Selasa, 03 Mei 2016



MODUL TATA SURYA

Penulis :   Mochamad Erewin Maulana, M.Si. (PPPPTK     IPA)
Drs. Yamin W. Ono, M.Pd. (PPPPTK IPA)
Penyunting 1 :   Ikhlasul Ardi Nugroho, M.Pd. (Universitas Negeri Yogyakarta)
Editor : Uzlifatil Jannah (Universitas Negeri Malang)



 


KATA PENGANTAR
Buku  ini dibuat untuk memenuhi tugas mata kuliah Pengembangan Media Pembelajaran Geografi hasil  dari  modul Tata Surya yang di tulis oleh  Mochamad Erewin Maulana, M.Si. (PPPPTK IPA) dan Drs. Yamin W. Ono, M.Pd. (PPPPTK IPA) yang nanti diharapkan dapat dijadikan sebagai buku penunjang belajar siswa dan bisa bermanfaat bagi yang membutuhkan. Dan isi yang ada dalam modul ini dapat dijamin kemurniannya dari penulis asli.


 


DAFTAR ISI
BAB I PENDAHULUAN................................................................ 4 
A. kompetensi Dasar ......................................................................... 4
B. Indikator ....................................................................................... 4
C.  Tujuan .......................................................................................... 4
D.  Panduan Belajar ........................................................................... 4
E.  Media Belajar ............................................................................... 4
BAB II TATA SURYA .................................................................. 5
A.  Pendahuluan ................................................................................ 5
B.  Sistem Tata Surya ........................................................................ 6
C.  Anggota Tata Surya ..................................................................... 8
D.  Distribusi Massa ......................................................................... 14
E.  Latihan ......................................................................................... 15
BAB III  TEORI PEMBENTUKAN TATA SURYA ................. 16
A.  Pendahuluan ................................................................................ 16
B.  Teori-teori Pembentukkan Tata Surya .......................................... 17
C.  Latihan ......................................................................................... 19
BAB IV PLANET ........................................................................... 20
A.  Karakteristik Planet ...................................................................... 20
B.  Pengelompokkan Planet ............................................................... 23
C.  Struktur Bumi .............................................................................. 25
D.  Bulan ........................................................................................... 28
E.  Gerhana Matahari dan Gerhana Bulan ......................................... 30
F.  Latihan ......................................................................................... 32
BAB V  EVALUASI ....................................................................... 35
BAB VI  UMPAN BALIK DAFTAR PUSTAKA ....................... 40
BAB I
PENDAHULUAN

A.  Kompetensi Dasar
menganalisis fenomena-fenomena Bumi dan alam

B.  Indikator
• mengelompokkan planet-planet dalam Tata Surya
• mendeskripsikan karakteristik anggota Tata Surya
• menganalisis proses terjadinya Tata Surya
• mengidentifikasi lapisan-lapisan Bumi

C.  Tujuan
Setelah menyelasaikan modul ini, peserta diklat diharapkan dapat mampu:
• mengelompokkan planet-planet dalam Tata Surya
• mendeskripsikan karakteristik anggota Tata Surya
• menganalisis proses terjadinya Tata Surya
• mengidentifikasi lapisan-lapisan Bumi

D.  Panduan Belajar
Modul   ini   tersusun   dari   beberapa   bab   yaitu   Tata   Surya,   Teori Pembentukan Tata Surya serta Planet.  Di akhir setiap bab akan diberikan soal-soal  latihan  dengan  tujuan  untuk  lebih  memantapkan  pemahaman peserta  dan  mengulang  materi-materi  yang  dianggap  belum  dikuasai. Diakhir modul dilakukan evaluasi secara keseluruhan mencakup semua materi yang terkandung  dalam modul ini.   Jawaban  evaluasi tersedia di akhir modul ini yang dapat digunakan sebagai bahan umpan balik.



BAB II
TATA SURYA

A.  Pendahuluan

Berdasarkan penelitian yang dilakukan para ahli, sampai saat ini adanya kehidupan  diyakini  hanya  di Bumi.  Para ahli tidak  menemukan  adanya  tanda- tanda  kehidupan  di planet-planet  selain  Bumi.  Planet  Mars  misalnya,    di sana hanya ditemukan sisa-sisa kehidupan  atau dengan kata lain di planet Mars pernah ada kehidupan.
Bumi merupakan sebuah planet yang senantiasa mengitari bintang pusatnya, yaitu  Matahari.  Selain  Bumi,  masih  banyak  benda-benda  langit  lainnya  yang berputar  dalam  pengaruh  Matahari  sebagai  bintang  pusat-nya.  Benda-benda langit tersebut adalah planet, planet kerdil, satelit, komet, asteroid, objek-objek trans neptunus, dan yang lainnya.
Seluruh benda langit tersebut beserta dengan Matahari berada dalam suatu sistem yang dinamakan Sistem Tata Surya.  Matahari sendiri berada dalam suatu galaksi yang dinamakan Galaksi Bimasakti.  Sebuah galaksi tersusun atas gugus- gugus  bintang.  Gabungan  gugus-gugus  bintang  itulah  yang  membentuk  suatu galaksi.  Bintang-bintang  yang berada dalam suatu galaksi jumlahnya  mencapai ratusan milyar.  Terdapat sekitar 100 milyar lebih bintang yang menghuni Galaksi Bimasakti.
Di  Alam  semesta  atau  jagat  raya  terdapat  banyak  galaksi.  Letak  suatu galaksi dengan galaksi yang lain sangat berjauhan.  Biasanya  untuk menuliskan jarak dalam alam semesta, misalnya jarak antar galaksi dinyatakan dalam tahun cahaya.   Gambar 1 menunjukkan galaksi-galaksi yang diambil menggunakan teleskop Hubble.

                
Gambar 1.   Galaksi-galaksi yang diambil menggunakan teleskop Hubble.   Dengan menggunakan mata telanjang galaksi-galaksi itu tidak akan tampak.   Gambar paling kiri merupakan pandangan di sekitar rasi Biduk dimana galaksi-galaksi tersebut (gambar paling kanan) berada. (Kredit: Hubble Telescope)
Cabang ilmu yang mempelajari berbagai benda langit beserta dengan sifat dan gejalanya  atau karakteristiknya  dinamakan  astronomi.  Dalam penelitian  benda- benda langit tersebut para ahli astronomi menggunakan berbagai alat bantu salah satunya adalah teropong atau teleskop. Teropong yang digunakan ada yang landas bumi seperti di Observatorium Bosscha, dan teropong ruang angkasa yang berada di atas atmosfer Bumi seperti teleskop Hubble.

B.  Sistem Tata Surya

Tata Surya merupakan sebuah sebuah sistem yang terdiri dari Matahari, delapan  planet,  planet-kerdil,  komet,  asteroid  dan  benda-benda  angkasa  kecil lainnya.  Matahari merupakan pusat dari Tata Surya di mana anggota Tata Surya yang lain beredar mengelilingi Matahari. Benda-benda langit tersebut beredar mengelilingi Matahari secara konsentris pada lintasannya masing-masing. Anggota-anggota dalam sistem Tata Surya ditunjukkan seperti gambar 2.

Gambar 2. Matahari, planet, dan planet kerdil (dwarf planet) yang menjadi anggota Tata Surya. Besar diameter dihitung relatif terhadap diamater Matahari sedangkan jarak tidak diskalakan. (Sumber: Kartunnen, 2007: 132).

IAU secara umum mengelompokkan  benda angkasa yang mengeliligi  Matahari menjadi tiga (Kartunnen, 2007) yaitu:

  Planet
Sebuah  benda  langit  dikatakan  planet  jika  memenuhi  kriteria  sebagai berikut:
i.  mengorbit Matahari
ii. bentuk fisiknyanya cenderung bulat
iii.  orbitnya bersih dari keberadaan benda angkasa lain


  Planet-Kerdil
Sebuah benda langit dikatakan sebagai planet-kerdil jika:
i.  mengorbit Matahari
ii. bentuk fisiknya cenderung bulat
iii. orbitnya belum bersih dari keberadaan benda angkasa lain
iv.  bukan merupakan satelit
• Benda-benda Tata Surya Kecil (Small Solar System Bodies)
Seluruh benda angkasa lain yang mengelilingi Matahari selain planet atau planet-kerdil. Benda-benda Tata Surya Kecil tersebut di antaranya adalah komet,  asteroid,  objek-objek  trans-neptunian,   serta  benda-benda  kecil lainnya.

C.  Anggota Tata Surya
Jenis benda langit yang termasuk  ke dalam anggota  Sistem  Tata Surya adalah sebagai berikut.
1.   Matahari
Matahari merupakan sebuah bintang yang jaraknya paling dekat ke Bumi. Jarak rata-rata Bumi ke Matahari adalah 150 juta Km atau 1 Satuan Astronomi. Matahari berbentuk bola gas pijar yang tersusu atas gas Hidrohen dan gas Helium. Matahari mempunyai diameter 1,4 × 106   Km, suhu permukaannya mencapai 6000
°K.   Matahari   merupakan   sumber   energi   utama   bagi   planet   Bumi   yang
menyebabkan berbagai proses fisis dan biologi dapat berlangsung.
Energi yang dipancarkan oleh Matahari dibentuk di bagian dalam matahari melalaui  reaksi  inti. Energi  dipancarkan  oleh  Matahari  ke Bumi dalam bentuk radiasi gelombang elektromagnetik.

2.   Planet
Berdasarkan kriteria IAU, planet adalah benda langit yang:
i.  mengorbit Matahari
ii. bentuk fisiknyanya cenderung bulat
iii.  orbitnya bersih dari keberadaan benda angkasa lain
Planet-planet  yang  berada  dalam  sistem  Tata  Surya  adalah  : Merkurius, Venus, Bumi, Mars, Yupiter, Saturnus, Uranus, dan  Neptunus.
Sejak  tahun  2006,  Pluto  tidak  dikategorikan  lagi  sebagai  planet  karena kriteria ke-3 dari tiga kriteria di atas tidak dipenuhi oleh Pluto.   Pluto memiliki orbit yang memotong orbit Neptunus sehingga dianggap orbit Pluto belum bersih dari benda angkasa lain.  Ukuran Pluto tidak lebih besar dari Bulan dan jika dilihat dengan teleskop maka akan tampak benda angkasa lain yang ukurannya hampir sama dengan Pluto yaitu yang diberi nama Charon (gambar 3).



             
Gambar 3.  Hasil pemotretan Pluto dan Charon.

3.  Planet-Kerdil
Planet-kerdil  (Dwarf Planet) merupakan kategori baru dalam keanggotaan Tata  Surya  berdasarkan   resolusi   IAU  tahun   2006.  Sebuah   benda   angkasa dikatakan planet kerdil jika:
i.  mengorbit Matahari
ii. bentuk fisiknya cenderung bulat
iii. orbitnya belum bersih dari keberadaan benda angkasa lain.
iv.  bukan merupakan   satelit
Contoh dari planet kerdil ini adalah Pluto seperti yang telah dijelaskan sebelumnya.  Contoh lain dari planet kerdil ini adalah Ceres yang orbitnya berada di lingkungan asteroid.   Ceres tadinya dikategorikan  sebagai salah satu asteroid terbesar yang berada di sabuk asteroid.   Sejak tahun 2006, Ceres dikategorikan sebagai planet kerdil karena memenuhi kriteria di atas.
4. Satelit
Satelit adalah benda langit pengiring planet. Satelit senantiasa  mengiringi dan  berputar terhadap planet pusatnya.
Berdasarkan cara terbentuknya satelit dapat dibedakan menjadi 2 bagian, yaitu :
a.       Satelit  Alam,  adalah  satelit  yang  terbentuk  karena  adanya  peristiwa  alam bersamaan dengan terbentuknya planet.Contoh:  Bulan,  sebagai  satelit  alam  Bumi;  Titan,  sebagai  satelit  alam Saturnus.
b.       Satelit Buatan, adalah satelit yang dibuat oleh manusia yang digunakan untuk tujuan tertentu.Contoh: Satelit cuaca, satelit komunikasi, satelit mata-mata, dan sebagainya.
Pada umumnya planet-planet dalam sistem tata surya mempunyai beberapa satelit yang senantiasa mengiringinya. Hanya planet Merkurius dan planet Venus yang tidak memiliki satelit. Jumlah masing-masing satelit untuk setiap planet ditunjukkan pada tabel 1 di bawah ini.
Tabel 1. Jumlah satelit alam dalam planet.
        No.
Nama Planet
Jumlah satelit alam
1.
Merkurius
0
2.
Venus
0
3.
Bumi
1
4.
Mars
2



5.
Jupiter
17
6.
Saturnus
18
7.
Uranus
15
8.
Neptunus
8


















Adapun   gambar   dari   satelit-satelit   yang   dimiliki   oleh   suatu   planet ditunjukkan oleh gambar di bawah ini
                    
                     Io                     Europa            Ganymeda               Callisto
Gambar 4. Satelit-satelit Jupiter
(Sumber:http://www.dustbunny.com)
                    
                      Titan                  Tethys                Rhea                  Dion        
Gambar 5. Satelit-satelit Saturnus
(Sumber: http://www.nineplanets.org)
                 
                     Eron                Miranda                 Umbriel                Ariel
Gambar 6. Satelit-satelit Uranus
                  
                   Triton                  Larissa                   Proteus                      Nereid
Gambar 7. Satelit-satelit Neptunus

4. Asteroid
Asteroid  dinamakan  juga  planet  minor atau planetoid.  Asteroid  mengisi ruangan  yang berada diantara Mars dan Yupiter.  Di dalam sistem Tata Surya ditaksir  terdapat  100.000  buah  planetoid  yang  ukurannya  antara  2–750  Km2. Asteroid-asteroid  tersebut  senantiasa  berputar diantara planet Mars dan planet Jupiter membentuk sabuk asteroid.
Adapun sabuk Asteroid ditunjukkan seperti gambar di bawah ini.
                                              

5. Komet
Dinamakan “Bintang Berekor” adalah Benda langit yang garis edarnya/orbitnya  sangat lonjong; sehingga jaraknya ke Matahari kadang-kadang jauh sekali. Tetapi suatu saat dapat dekat sekali. Matahari  sebab  mendapat  tekanan  dari  Matahari.  Wujud  komet  tersusun  dari kristal-kristal es yang rapuh sehingga mudah terlepas dari badannya. Bagian yang terlepas inilah yang membentuk semburan cahaya ketika sebuah komet melintas di dekat Matahari. Karena orbit komit tidak seperti orbit planet maka komet akan terlihat di bumi jika komet tersebut sedang berada dekat dengan Matahari. Oleh karena itu ada komet yang mendekati Bumi setiap 3 atau 4 tahun sekali; tetapi ada juga yang sampai 76 tahun sekali yaitu Komet Halley.
            
Gambar 11. Bentuk lintasan komet


D.  Distribusi Massa
Di dalam Sistem Tata surya yang menjadi pusat massanya adalah Matahari. Sekitar  99,85  % dari keseluruhan  massa dalam sistem  Tata Surya terdistribusi sebagai massa Matahari. Adapun massa sisanya terdistribusi sebagai massa dari benda-benda langit lainnya dalam planet-planet, satelit alam, komet, asteroid, dan meteorid  yang  ada  dalam  Sistem  Tata  Surya.  Untuk  lebih  jelasnya  perhatikan tabel 2 di bawah ini.
Tabel 2.  Distribusi Massa dalam Sistem Tata Surya
No.
Nama Benda Langit
Prosentase Massa (%)
1.
Matahari
99,85
2.
Planet-planet
0,135
3.
Satelit Alam
0,00005
4.
Komet
0,01
5.
Asteroid
0,0000002
6.
Meteorid
0,0000001

Oleh karena Matahari memiliki massa yang paling besar diantara anggota Tata Surya lainnya maka Matahari menjadi pusat dari Tata Surya di mana semua anggota Tata Surya lainnya itu mengelilingi Matahari.  Hal ini dijelaskan dengan baik oleh Newon dalam hukum gravitasi universal.
E.  Latihan
1. Sebutkan anggota-anggota dalam sistem Tata Surya!
2. Coba jelaskan pengertian dari planet!
3. Jelaskanlah perbedaan planet dengan planet-kerdil!
4. Mengapa  Pluto  dikeluarkan  dari  daftar  dalam  sistem  Tata  Surya? Jelaskan alasannya!
5. Apa yang dimaksud dengan satelit? Sebutkan jenis-jenisnya!
6. Mengapa  ekor  komet  arahnya  selalu  membelakangi  arah  cahaya  Matahari?
Jelaskan!












BAB III

TEORI  PEMBENTUKAN TATA SURYA

A. Pendahuluan
Banyak hipotesa yang disusun oleh para ahli untuk menjelaskan bagaimana asal mula terjadinya Sistem Tata Surya. Cabang ilmu astronomi yang khusus mempelajari  asal-muasal  terbentuknya  Tata  Surya  adalah  kosmogoni (cosmogony).  Sejak abad ke-18 sudah diusulkan teori-teori mengenai asal-muasal Tata Surya ini.   Tidak ada yang benar dalam sebuah teori.   Namun, pengujian teori-teori  tersebut dilakukan  dengan  membandingkannya  dengan fakta-fakta  di lapangan  dan  temuan-temuan  baru  akibat  perkembangan  teknologi.  Di antara fakta-fakta tersebut adalah:
• Orbit-orbit planet yang paralel terhadap ekuator matahari;
• Orbit-orbit anggota Tata Surya yang sirkular;
• Semua  planet  bergerak  dalam  arah  berlawanan  arah  jarum  jam  sesuai dengan gerakan rotasi Matahari;
• Planet yang juga berotasi dalam arah berlawanan arah jarum jam (kecuali Venus dan Uranus);
• Planet terestrial  dan planet jovian yang memiliki  karakteristik  fisik dan kimia yang berbeda;
• Struktur satelit-satelit  yang mengorbit  planet mirip miniatur  sistem Tata Surya.
Para  ahli  komogoni  selalu  memperhatikan  hal-hal  tersebut  di  atas  untuk menguji dan menyempurnakan teori asal-muasal pembentukkan Tata Surya.

B.  Teori-teori Pembentukan Tata Surya
1.      Teori Hipotesa Nebula Kant dan Laplace
Salah   satu   teori   asal-muasal   Tata   Surya   adalah   hipotesa   nebula   (nebular hypothesys)   yang   diusulkan   oleh   Immanuel   Kant   yang   pada   tahun   1755 (Kartunnen, 2006: 197).  Menurut teori ini Tata Surya terbentuk dari nebula yang berotasi.   Pada tahun 1796, Simon de Laplace mengusulkan bahwa planet-planet
terbentuk  dari  cincin  gas yang  disemburkan  dari  ekuator  Matahari  (perhatikan gambar 10.)
                     
Gambar 10. Model Nebula Laplace. (a) Nebula yang berotasi. (b) Nebula mengalami pemipihan sepanjang sumbu rotasinya. (c) Pembentukan bentuk lentikular. (d) serangkaian cincin terbentuk akibat terjadinya pengerutan inti. (e) terbentuk planet di masing-masing cincin.
(Sumber: Woolfson, 2007)
2. Teori Pasang Surut
Teori ini dipelopori oleh Jeans dan Jefreey. Teori ini mengatakan bahwa pada saat sebelum terbentuk Sistem Tata Surya, kedekat suatu protobintang (bakal Matahari) melintas bintang lain yang lebih besar (masif).  Akibatnya ada sebagian materi dari protobintang tersebut yang tertarik  karena pengaruh gaya tarik bintang yang besar tersebut. Materi protobintang yang tertarik tersebut kemudian menjadi planet-planet, sedangkan protobintang menjadi Matahari.
Perhatikan gambar 11 di bawah ini !
                  
Gambar 11. Representasi teori Pasang-Surut Jeans.
(Sumber: Woolfson, 2007)
3. Teori Penangkapan
Teori ini menjelaskan terbentuknya Tata Surya berawal dari adanya interaksi antara Matahari dengan protobintang (calon bintang).   Gambar 12 menunjukkan proses tersebut dimana suatu massa protobintang melintasi Matahari dan sebagian materi dari protobintang tersebut tertarik oleh gravitasi Matahari kemudian membentuk planet.
C. Latihan
1. Disebut   apakah   cabang   ilmu   astronomi   yang   mempelajari   asal-muasal pembentukkan Tata Surya?
2. Jelaskanlah  bagaimana  terbentuknya  Tata  Surya  berdasarkan  teori  hipotesa nebula!
3.  Jelaskanlah salah satu perbedaan mendasar antara teori Pasang Surut dengan teori Penangkapan!









BAB III
PLANET
Setiap  planet  dalam  sistem  Tata  Surya  senantiasa  mengorbit  Matahari sebagai  bintang  pusatnya  pada lintasannya  masing-masing.  Karena  jarak setiap planet  ke  Matahari  berbeda-beda,  maka  kala  revolusinya  berbeda-beda  pula. Adanya perbedaan jarak terhadap Matahari mengakibatkan perbedaan suhu pada setiap planet.
A.  Karakteristik Planet
Setiap planet dalam sistem Tata Surya mempunyai karakteristik  berbeda satu dengan yang lainnya. Karakteristik  yang dimiliki  suatu planet dipengaruhi oleh beberapa faktor yang mempengaruhinya;   antara lain dipengaruhi  jarak ke Matahari,  eksentrisitas,  kerapatan  atau  densiti.  Adapun  karakteristik  masing- masing planet adalah sebagai berikut:
1. Merkurius
Merupakan planet yang paling dekat ke Matahari dengan jarak 0,39 SA. Karena  planet  Merkurius  jaraknya  paling  dekat  ke  Matahari,  maka  suhu  pada siang hari di Merkurius mencapai 4270 °C, sedangkan pada malam hari suhunya menjadi   sangat   rendah   yaitu   mencapai   –1700   °C.   Merkurius   mempunyai eksentrisitas   yang  besar  yaitu  0,206  akibatnya  jarak  antara  Merkurius  dan Matahari  bervariasi  dengan  cukup  besar  pula.  Perbedaan  jarak  terjauh  ke Matahari  (aphelium)  dengan  jarak  terdekat  ke  Matahari  (perihelium)  adalah sebesar  22  juta  Km.  Jarak  aphelium  planet  Merkurius  adalah  57,9  juta  km. Merkurius tidak memiliki atmosfir oleh karena hal tersebut langit Merkurius berwarna hitam. Kerapatan atau densitasnya 5,43 gr/cm3.
2. Venus
Planet Venus lebih dikenal sebagai Bintang Kejora atau Bintang Senja. Eksentrisitas planet Venus adalah 0,007, sehingga orbit planet Venus mendekati
bentuk lingkaran. Jarak Venus ke Matahari 0,72 SA, sehingga di Venus suhunya sangat   panas   dapat   mencapai   4800   °C.   Tingginya   suhu   di   planet   Venus diakibatkan adanya efek rumah kaca. Kerapatan atau densitas Venus adalah 5,24 gr/cm3.
3. Bumi
Sampai  saat  ini Bumi  merupakan  satu-satunya  planet  yang  mempunyai kehidupan. Hal tersebut dimungkinkan karena Bumi diselubungi oleh atmosfirnya sehingga  perbedaan  suhu  pada  siang  dan  malam  tidak  terlalu  besar.    Bumi mengorbit   Matahari   sebagai   bintang   pusatnya   dengan   eksentrisitas   0,017, sehingga orbitnya hampir membentuk lingkaran. Jarak rata-rata Bumi ke Matahari adalah 1 Satuan Astronomi atau 150 juta kilometer. Kala revolusi Bumi adalah 365,3  hari,  sedangkan  kala  rotasinya  adalah  23 jam 56  menit.  Kerapatan  atau densitas  Bumi  adalah  5,52  gram/cm3,  Bumi  merupakan  benda  terpadat  dalam sistem Tata Surya. Bumi mempunyai sebuah satelit yaitu Bulan.
4. Mars
Jarak rata-rata planet Mars ke Matahari adalah 1,52 SA atau 228 juta kilometer   dengan   eksentrisitas   0,093.   Mars   berputar   mengelilingi   Matahari dengan kala revolusi 687 hari. Mars mempunyai dua buah satelit yaitu Phobos dan Deimos.
5. Yupiter
Jarak  rata-rata   planet   Yupiter   ke  Matahari   adalah  5,2  SA.  Yupiter mempunyai eksentrisitas 0,048 dengan kala revolusi 11,86 tahun. Yupiter diperkirakan     mempunyai  17  satelit  (data  sampai  tahun  1992).  Empat  buah satelitnya yang berukuran besar bernama IO, Europa, Ganymede, dan Callisto. Yupiter  merupakan  planet  terbesar  dalam  sistem  tata  surya;  mempunyai  kala rotasi 9 jam 50 menit; artinya Yupiter berotasi dengan sangat cepat.
6. Saturnus
Jarak rata-rata Saturnus ke Matahari adalah 9,5 SA. Saturnus mempunyai eksentrisitas 0,056 dengan kala revolusi 29,5 tahun. Saturnus dihiasi oleh gelang dan  cincin  yang  indah,  mempunyai  9  buah  satelit  yaitu  Mimas,  Enceladus, Tethys, Dione, Rhea, Titan, Hyperion, Lapetus, dan Phoebe.
7. Uranus
Jarak rata-rata planet Uranus ke Matahari adalah 19,2 SA. Uranus mempunyai   eksentrisitas   0,047   dengan   kala   revolusi   84   tahun.   Uranus mempunyai cincin dan mempunyai 5 buah satelit yaitu Miranda, Ariel, Umbriel, Titania, dan Oberion.
8. Neptunus
Jarak rata-rata planet Neptunus ke Matahari adalah 30,07 SA. Neptunus mempunyai eksentrisitas 0,009 dengan kala revolusi 164,8 tahun. Neptunus mempunyai dua buah satelit yaitu Triton dan Nereid.

B.  Pengelompokkan Planet
Planet-planet dalam Tata Surya dapat dikelompokkan dengan kriteria tertentu.
Berdasarkan sifat fisika dan kimianya.
Planet  dikelompokkan  menjadi  planet  Terestrial  (yang  berarti  seperti Bumi) dan planet Jovian (yang berarti seperti Jupiter).   Planet terestrial adalah planet-planet keras mengandung bebatuan seperti Bumi.   Planet- planet yang termasuk  planet terestrial  adalah  Merkurius,  Venus,  Bumi dan Mars.   Sedangkan planet jovian adalah planet-planet yang berbentuk gas seperti Jupiter, Saturnus, Uranus, dan Neptunus.
Berdasarkan kedudukan orbitnya terhadap kedudukan orbit Bumi.
Berdasarkan  kedudukan  orbit  planet  terhadap  kedudukan  orbit  Bumi, planet  dikelompokkan   menjadi  planet  inferior  dan  planet  superior. Planet  inferior  adalah  planet-planet  yang  kedudukan  orbitnya  antara.
Matahari dan orbit Bumi.  Jarak planet-planet tersebut ke Matahari lebih kecil di banding jarak Bumi ke Matahari.   Planet-planet yang termasuk planet inferior adalah Merkurius dan Venus.  Sedangkan planet superior adalah  planet-planet  yang  jaraknya  ke Matahari  lebih  besar  dari jarak Bumi ke Matahari.   Planet-planet yang termasuk planet superior adalah Mars, Jupiter, Saturnus, Uranus, dan Neptunus.
Planet-planet superior dapat terlihat melintas di atas kepala pengamat di malam   hari   menggunakan   teleskop   atau   dengan   mata   telanjang. Sementara  planet-planet  inferior  tidak  akan  pernah  melintas  di  atas kepala pengamat.

Berdasarkan kedudukan orbitnya terhadap kedudukan orbit asteroid.
Berdasarkan  kedudukan orbit planet terhadap kedudukan orbit asteroid, planet dikelompokkan  menjadi  planet dalam (inner planet) dan planet luar (outter planet).   Planet-planet  yang termasuk planet dalam adalah Merkurius, Venus, Bumi, dan Mars.   Sedangkan planet-planet yang termasuk planet luar adalah Jupiter, Saturnus, Uranus, dan Neptunus.
C.  Struktur Bumi
Strukrur interior Bumi dibagi menjadi 4 bagian yaitu inti dalam, inti luar, mantek dan kerak.
Inti dalam.
Inti dalam berada di pusat bumi. Inti dalam terusun dari Besi dan  Nikel  yang  sangat  padat.  Inti  dalam  Bumi  sangat  padat  karena  menerima tekanan lapisan di atasnya. Suhu inti dalam mencapai 5.000–6.000 °C dan kepadatannya  mencapai  15.000  kg/m3.  Tebal  inti  dalam  kurang  lebih  1.216 kilometer.
Inti luar.
Inti luar berada di bagian atas inti dalam dan berbentuk cair. Inti luar tersusun dari nikel, besi, sufur, dan oksigen. Suhu di dalam inti luar mencapai 4.000–5.000 °C dan kepadatannya mencapai 10.000 kg/m3. Tebal inti dalam kira- kira 2.270 kilometer.
Mantel.
Mantel merupakan lapisan Bumi yang paling tebal.   Lapisan ini memiliki sifat padat tetapi dapat mengalir saat diberi tekanan. Mantel memiliki ketebalan  3.555  kilometer   dan  kepadatan   3.250–5.000   kg/m3.  Suhu  mantel mencapai  3.000 °C. Mantel  dibagi menjadi  tiga bagian,  yakni  mantel atas dan mantel bawah. Mantel bawah memiliki ketebalan 2.885 km sedangkan mantel luar memiliki  ketebalan  700  km.  Mantel  bagian  atas  adalah  lapisan  Bumi  yang bernama  astenosfer.  Astenosfer  merupakan  lapisan  Bumi  yang  lunak  seperti plastik dengan ketebalan 50–100 kilometer.

Kerak.
Lapisan paling luar Bumi disebut dengan kerak. Kerak Bumi memiliki  tebal  bervariasi,  antara  5–65  kilometer.  Kerak  Bumi  terdiri  atas  dua bagian, yakni kerak samudra dan kerak benua.
Kerak samudra.
Seperti namanya, kerak ini berada di bawah samudera. Kerak samudera memiliki tebal antara 5–11 kilometer. Kerak ini berumur lebih muda dibanding kerak benua. Tidak ada kerak samudera yang berumur lebih tua dari 200 juta tahun. Kepadatan kerak samudera mencapai 3.000 kg/m3.
Kerak benua. 
Jika anda memperhatikan  globe (bola dunia),  anda akan menemukan bahwa 71 persen permukaan Bumi tertutup oleh air dan sisanya merupakan daratan. Anda dapat membagi daratan di Bumi menjadi 6 bagian yang disebut  dengan  benua.  Benua  itu  adalah  Eurasia  (Eropa  dan  Asia),  Afrika, Amerika utara, Amerika selatan, Antartika, dan Australia. Kerak benua berada di bawah benua dengan ketebalan kira-kira 30–55 kilometer. Kerak benua berumur lebih  tua  daripada  kerak  samudera.  Beberapa  batuan  di  kerak  benua  berumur
hingga 3,8 juta tahun. Kerak benua memiliki kepadatan 2.700 kg/m3

Gambar 13. Struktur Bumi
Sumber: http://library.thinkquest.org/C003124/en/struct.htm

Bumi  mempunyai satu buah satelit  yaitu Bulan. Massa jenis Bumi adalah 5,52 gram/cm3. Bentuk Bumi sebenarnya tidak bulat benar tetapi agak pepat di daerah  ekuator;   jari-jari  di daerah  ekuator  6.378,16  km; sedangkan  di daerah kutub  6.356,76  km. Bumi  mempunyai  eksentrisitas  0,017,  kala revolusi  365,3 hari, dan kala rotasi 23 jam 56 menit. Arah rotasi Bumi dari  barat ke timur.
a.   Akibat yang ditimbulkan karena rotasi Bumi
1)  Pergantian siang dan malam/perbedaan waktu
2)  Timbulnya arus air laut.
b.   Akibat yang ditimbulkan karena revolusi Bumi

Terjadi pergantian musim.  Pergantian musim ini terjadi akibat revolusi bumi dan kemiringan sumbu bumi.
Tabel 3. Pergantian Musim
Belahan

B u m  i
Musim   pada   tanggal
21 Des–21 Mrt
21 Mrt21 Juni
21 Juni–21 Sep
21 Sep21 Des
Utara
dingin
semi
panas
gugur
Selatan
panas
gugur
dingin
semi

D.  Bulan
Merupakan benda langit (sebuah satelit) yang terdekat ke Bumi. Jarak Bulan ke Bumi adalah 384.402 km. Bulan sangat berpengaruh pada peristiwa pasang surut air laut. Bulan mempunyai massa 7,4 × 1025 gram, massa jenis rata-ratanya 3,34   gram/cm3,   percepatan   gravitasinya   1,62   m/s2,   dan  jari-jari   di  daerah
ekuatornya 1.740 km.
Bulan mengorbit Bumi dengan lintasan berbentuk elips. Karena berbentuk elips, maka Bulan kadang-kadang dekat ke Bumi, kadang-kadang jauh ke Bumi dengan  Bumi  berada  pada  salah  satu  fokusnya.  jarak  rata-rata  Bulan  -  Bumi
238.860 mil atau 384.330 km. Jarak Bulan - Bumi terjauh (apogee : ap = jauh; ge
= bumi) adalah 253.000 mil; sedangkan jarak terdekatnya  (perigee : peri = dekat ;
ge = bumi) adalah 222.000 mil. Dalam mengeliling Bumi, Bulan akan tampak berbeda dari waktu-ke waktu. Kita bisa melihat bulan purnama, bulan sabit dan sebagainya. Fase-fase peredaran bulan ditunjukkan seperti gambar 14 di bawah ini
Gambar 14. Fase Peredaran Bulan
E.  Gerhana Matahari dan Gerhana Bulan
Gerhana Bulan terjadi jika Matahari - Bumi - Bulan berada dalam satu garis lurus. Sedangkan gerhana Matahari terjadi jika Matahari - Bulan - Bumi berada dalam satu garis lurus. Tetapi pada kenyataannya gerhana Bulan dan gerhana Matahari tidak muncul setiap terjadi fase Bulan purnama dan fase Bulan baru. Hal ini  disebabkan  orbit  Bulan  pada  saat  mengelilingi  Bumi  membentuk  sudut inklinasi sebesar 5,2 derajat terhadap bidang ekliptika Bumi.
Adapun sudut inklinasi Bulan terhadap bidang ekliptika Bumi ditunjukkan pada gambar di bawah ini
       
Gambar 15. Sudut inklinasi bulan terhadap bidang ekliptika bumi
Sumber: http://myquran.org/forum/index.php?topic=72035.135

Berarti :
Gerhana Matahari terjadi jika Bulan melintasi bidang ekliptika Bumi pada saat fase Bulan baru.
Gambar 16. Gerhana Matahari
Sumber:http://www.spaceweather.com/eclipses/11jul10d/Alson-Wong1.jpg

Gerhana Bulan terjadi jika Bulan melintasi bidang ekliptika Bumi pada saat fase Bulan purnama.

F.  Latihan
1.   Pada  tanggal  6 Juni  2012  yang  lalu  terjadi  suatu  fenomena  astronomis yang  langka   yaitu   transit  Venus.     Transit   Venus   merupakan   suatu fenomena dimana Venus tampak terlihat berada di piringan Matahari jika dilihat dari Bumi.  Gambar 1 di bawah menunjukkan transit Venus tanggal
6 Juni 2012 dimana lingkaran putih besar adalah Matahari dan lingkaran biru kecil adalah Venus.


a.   Gambarkanlah  kedudukan  Matahari,  Venus,  dan  Bumi  pada  saat terjadi transit Venus!
b.   Sebutkanlah planet lain selain Venus yang dapat mengalami transit!
c. Dapatkah planet Mars mengalami transit? Jelaskanlah dengan disertai gambar kedudukan Matahari, Bumi, dan Mars.
2.   Dengan memperhatikan data planet seperti tertera pada tabel 4 berikut ini

Tabel 4. Data fisis anggota Tata Surya: jarak rerata ke Matahari dan diameter
Anggota Tata
Surya
Jarak Rerata ke
Matahari
(× 106 km)
Diameter
(× 1000 km)
Matahari
-
1.390
Merkurius
57.9
4.88
Venus
108
12.1
Bumi
150
12.76
Mars
228
6.79
Yupiter
778
143.0
Saturnus
1425
120.5
Uranus
2870
51.1
Neptunus
4490
49.5

Hitunglah:
a. perbandingan jarak planet-planet ke matahari jika jarak bumi-matahari adalah 1 cm
b.  perbandingan diameter dari anggota Tata Surya (termasuk  matahari)
jika diameter bumi adalah 1 cm.
Tuliskan hasil perhitungan tersebut pada tabel perhitungan di bawah ini.
Tabel 5. Hasil perhitungan
Anggota Tata
Surya
Jarak ke
Matahari
(cm)
Diameter
(cm)
Matahari


Merkurius


Venus


Bumi
1
1
Mars


Yupiter


Saturnus


Uranus


Neptunus





BAB IV
EVALUASI
1.   Berdasarkan resolusi IAU tahun 2006, Pluto dikategorikan sebagai ….
a.   planet
b.   asteroid
c.   planet kerdil
d.   komet
2.   Mengapa komet tidak dapat dikategorikan sebagai sebuah planet?
a.   karena komet tidak mengitari Matahari
b.   karena bentuk komet tidak bulat
c.   karena orbit komet berupa elips sedemikian rupa sehingga jarang terlihat di Bumi
d.  karena komet menghasilkan cahaya sendiri
3.   Asteroid adalah ….
a.   batuan yang memiliki ukuran bervariasi yang beredar mengitari Matahari dan terletak di antara planet Saturnus dengan Jupiter;
b.   batuan yang memiliki ukuran bervariasi yang beredar mengitari Matahari dan terletak di antara planet Bumi dengan Mars;
c.   batuan yang memiliki ukuran bervariasi yang beredar mengitari Matahari dan terletak di antara planet Mars dengan Jupiter;
d.   batuan yang memiliki ukuran bervariasi yang beredar mengitari Matahari dan terletak di antara planet Jupiter dengan Saturnus.
4.   Kelompok planet yang termasuk planet terestrial antara lain ….
a.   Merkurius, Bumi, Jupiter
b.   Neptunus, Venus, Saturnus
c.   Venus, Mars, Merkurius
d.   Bumi, Saturnus, Neptunus
5.   Kelompok planet yang termasuk planet Jovian antara lain ….
a.   Jupiter, Uranus, Merkurius
b.   Neptunus, Uranus, Jupiter
c.   Venus, Mars, Merkurius
d.   Saturnus, Neptunus, Bumi
6.   Planet yang termasuk planet dalam (inner planet) antara lain ….
a. Pluto, Uranus, dan Neptunus
b. Jupiter, Saturnus, dan Mars
c. Merkurius, Bumi, dan Venus
d. Neptunus, Merkurius, dan Saturnus
7.   Jarak  rata-rata  bumi  ke  matahari  adalah  150  juta kilo  meter.   Seandainya suatu  saat  ditemukan  planet  baru  yang  berjarak  50  kali  jarak  bumi  ke matahari maka planet tersebut dikelompokkan ke dalam …
a.  planet terestrial
b.  planet jovian
c.  planet superior
d.  planet inferior
8.   Di bawah ini merupakan fakta-fakta yang harus diperhatikan dalam menguji teori pembentukan Tata Surya kecuali ….
a.  99,9% massa tata surya adalah massa matahari
b.  seluruh planet berevolusi mengitari matahari dalam arah yang sama
c.  satelit-satelit yang mengelilingi planet tampak seperti miniatur Tata Surya
d.  umur tata surya sama dengan umur alam semesta
9.   Berdasarkan teori penangkapan maka materi yang membentuk planet dalam Tata Surya berasal dari ….
a.  Matahari
b. protobintang yang melintas Matahari
c. nebula yang berotasi
d. benda angkasa lain yang menabrak Matahari
10. Berdasarkan sifat-sifat perambatan gelombang seismik, bumi dibagi menjadi beberapa bagian yaitu kerak bumi, mantel bumi, inti luar bumi dan inti dalam bumi.  Manakah di bawah ini yang menunjukkan salah satu perbedaan antara inti luar bumi dengan inti dalam bumi?

a.       inti luar bumi berwujud padat sedangkan inti dalam bumi berwujud cair b.  inti luar bumi berwujud cair sedangkan inti dalam bumi berwujud padat c.  inti luar bumi berwujud padat sedangkan inti dalam bumi berwujud gas d.  inti luar bumi berwujud gas sedangkan inti dalam bumi berwujud padat














BAB V
UMPAN BALIK
Setelah  menyelesaikan  evaluasi,  silahkan  anda  mencocokkan  jawaban anda  dengan   kunci  jawaban   yang  tersedia   di  bagian   belakang   modul  ini. Kemudian  tentukanlah  kualifikasi  penguasaan  modul  ini  dengan  menggunakan
rumus:
                            
Dimana
N             = Nilai
∑ à¡¶࡮     = Jumlah Jawaban Anda yang Benar
∑ à¡¶à¡¿     = Jumlah Soal
Nilai
Predikat
92.46 -100
Sangat Memuaskan
85.00-92.45
Memuaskan
77.50-84.99
Baik Sekali
70.00-77.49
Baik
50.00-69.99
Kurang
00.00-49.99
Kurang Sekali

Jika nilai anda kurang dari 70 maka sebaiknya Anda mengulang kembali materi yang dianggap masih belum terkuasai.

DAFTAR PUSTAKA
Ikhlasul Ardi Nugroho. (2007). Bumi dan Antariksa-jilid 1. Yogyakarta: Penerbit Empat Pilar
. (2007). Bumi dan Antariksa-jilid 2. Yogyakarta: Penerbit Empat Pilar
. (2007). Bumi dan Antariksa-jilid 3. Yogyakarta: Penerbit Empat Pilar
Karttunen,   H.   ,Kroger,   P.,   Oja,   H.,   Poutanen,   M.,   Donner,   K.J.   2006.
Fundamental Astronomy 5th edition. 2007. Berlin: Springer-Verlag Woolfson,  M.  M.  1993.         
The  Solar  System-its  Origin  and  Evolution.  Royal
Astronomical Soscieaty. 34. Hal 1–20.
KUNCI-KUNCI JAWABAN
• Alternatif Jawaban Latihan
Bab I
1. Matahari, 8 planet, planet-kerdil, asteroid, komet, dan satelit alam.
2. Planet adalah benda angkasa yang mengorbit Matahari, berbentuk bulat, dan di lingkungan orbitnya tidak ada benda angkasa lain.
3. Perbedaan planet dan planet-kerdil adalah lingkungan orbit planet sudah bersih sehingga tidak ada benda angkasa lain; sedangkan  planet-kerdil lingkungan orbitnya masih terdapat benda angkasa lainnya.
4. Pluto tidak dikategorikan  sebagai planet karena orbit pluto memotong orbit Neptunus sehingga dikatakan lingkungan  orbit Pluto tidak bersih atau mengandung benda angkasa lain yang massanya lebih besar.
5. Satelit adalah benda angkasa yang mengorbit benda angkasa lain yang massanya jauh lebih besar.   Satelit dibedakan menjadi dua yaitu satelit alam dan satelit buatan.
6. Ekot  komet  selalu   menjauhi   Matahari   karena  pada  dasarnya   ekor tersebut   merupakan   materi  berupa   es  yang  mencair   dan  didorong menjauhi Matahari oleh tekanan Matahari.
Bab II
1. Kosmogoni
2. Berdasarkan  teori  hipotesa  nebula,  Tata  Surya  terbentuk  dari  nebula yang berotasi.   Nebula yang berotasi tersebut mengalami pemipihan di sepanjang   sumbu   rotasinya   sampai   terebentuk   bentuk   lentikular. Kemudian bagian dalam dari bentuk lentikular tersebut mengalami pengerutan,   dan   bagian   terluarnya   tersisa   mebentuk   cincin-cincin. Bagian dalam yang mengerut tersebut kemudian membentuk Matahari, sedangkan cincin-cincinnya kemudian membentuk planet-planet.
3. Salah satu perbedaan yang paling mendasar antara teori pasang surut dan teori penangkapan adalah:
Dalam teori penangkapan  materi yang  membentuk  planet  berasal  dari materi protobintang bukan dari Matahari; sedangkan dalam teori pasang surut   materi   yang   membentuk   planet   berasal   dari   materi   yang membentuk Matahari.
BAB III
1.        B a.   Kedudukan Matahari, Venus, dan Bumi saat terjadi transit Venus.
              
       Matahari                 venus         bumi
b.   Planet lain yang dapat mengalami transit adalah Merkurius.
c.   Planet Mars tidak dapat mengalami transit karena orbitnya berada di luar orbit Bumi dan Matahari.
         
   Matahari                                bumi   mars

2.       Tabel Hasil Perhitungan
Anggota Tata
Surya
Jarak ke
Matahari
(cm)
Diameter
(cm)
Matahari

108,93
Merkurius
Venus
0,39
0,72
0,38
0,95
Bumi
1
1
Mars
1,52
0,53
Yupiter
5,2
11,21
Saturnus
9,5
9,44
Uranus
19,13
4,00
Neptunus
29,93
3,88


Bab IV Evaluasi
1.  C
2.  B
3.  C
4.  C
5.  B       
6.  C
7.  C
8.  D
9.  B
10. B