Rabu, 11 Mei 2016
Selasa, 10 Mei 2016
Selasa, 03 Mei 2016
MODUL TATA SURYA
Penulis : Mochamad Erewin Maulana, M.Si. (PPPPTK IPA)
Drs. Yamin W. Ono, M.Pd. (PPPPTK IPA)
Penyunting 1
: Ikhlasul Ardi Nugroho, M.Pd.
(Universitas Negeri Yogyakarta)
Editor :
Uzlifatil Jannah (Universitas Negeri Malang)
KATA PENGANTAR
Buku ini dibuat untuk memenuhi tugas mata kuliah
Pengembangan Media Pembelajaran Geografi hasil
dari modul Tata Surya yang di
tulis oleh Mochamad Erewin Maulana,
M.Si. (PPPPTK IPA) dan Drs. Yamin W. Ono, M.Pd. (PPPPTK IPA) yang nanti
diharapkan dapat dijadikan sebagai buku penunjang belajar siswa dan bisa
bermanfaat bagi yang membutuhkan. Dan isi yang ada dalam modul ini dapat
dijamin kemurniannya dari penulis asli.
DAFTAR ISI
BAB I PENDAHULUAN................................................................ 4
A. kompetensi Dasar ......................................................................... 4
B. Indikator ....................................................................................... 4
C. Tujuan .......................................................................................... 4
D. Panduan Belajar ........................................................................... 4
E. Media Belajar ............................................................................... 4
BAB II TATA SURYA .................................................................. 5
A. Pendahuluan ................................................................................ 5
B. Sistem Tata Surya ........................................................................ 6
C. Anggota Tata Surya ..................................................................... 8
D. Distribusi Massa ......................................................................... 14
E. Latihan ......................................................................................... 15
BAB III
TEORI PEMBENTUKAN TATA SURYA ................. 16
A. Pendahuluan ................................................................................ 16
B. Teori-teori Pembentukkan Tata Surya .......................................... 17
C. Latihan ......................................................................................... 19
BAB IV PLANET ........................................................................... 20
A. Karakteristik Planet ...................................................................... 20
B. Pengelompokkan Planet ............................................................... 23
C. Struktur Bumi .............................................................................. 25
D. Bulan ........................................................................................... 28
E. Gerhana Matahari dan Gerhana Bulan ......................................... 30
F. Latihan ......................................................................................... 32
BAB V
EVALUASI ....................................................................... 35
BAB VI UMPAN BALIK DAFTAR PUSTAKA ....................... 40
BAB I
PENDAHULUAN
A. Kompetensi Dasar
menganalisis fenomena-fenomena Bumi dan alam
B. Indikator
• mengelompokkan
planet-planet dalam Tata Surya
•
mendeskripsikan karakteristik anggota Tata Surya
• menganalisis
proses terjadinya Tata Surya
•
mengidentifikasi lapisan-lapisan Bumi
C. Tujuan
Setelah
menyelasaikan modul ini, peserta diklat diharapkan dapat mampu:
• mengelompokkan
planet-planet dalam Tata Surya
•
mendeskripsikan karakteristik anggota Tata Surya
• menganalisis
proses terjadinya Tata Surya
•
mengidentifikasi lapisan-lapisan Bumi
D. Panduan Belajar
Modul
ini tersusun dari
beberapa bab yaitu
Tata Surya, Teori Pembentukan Tata Surya serta
Planet. Di akhir setiap bab akan
diberikan soal-soal latihan dengan
tujuan untuk lebih
memantapkan pemahaman
peserta dan mengulang
materi-materi yang dianggap
belum dikuasai. Diakhir modul
dilakukan evaluasi secara keseluruhan mencakup semua materi yang
terkandung dalam modul ini. Jawaban
evaluasi tersedia di akhir modul ini yang dapat digunakan sebagai bahan
umpan balik.
BAB II
TATA SURYA
A. Pendahuluan
Berdasarkan penelitian yang dilakukan para ahli,
sampai saat ini adanya kehidupan
diyakini hanya di Bumi.
Para ahli tidak menemukan adanya
tanda- tanda kehidupan di planet-planet selain
Bumi. Planet Mars
misalnya, di sana hanya
ditemukan sisa-sisa kehidupan atau
dengan kata lain di planet Mars pernah ada kehidupan.
Bumi merupakan sebuah planet yang senantiasa mengitari
bintang pusatnya, yaitu Matahari. Selain
Bumi, masih banyak
benda-benda langit lainnya
yang berputar dalam pengaruh
Matahari sebagai bintang
pusat-nya. Benda-benda langit
tersebut adalah planet, planet kerdil, satelit, komet, asteroid, objek-objek
trans neptunus, dan yang lainnya.
Seluruh benda langit tersebut beserta dengan
Matahari berada dalam suatu sistem yang dinamakan Sistem Tata Surya. Matahari sendiri berada dalam suatu galaksi
yang dinamakan Galaksi Bimasakti. Sebuah
galaksi tersusun atas gugus- gugus
bintang. Gabungan gugus-gugus
bintang itulah yang
membentuk suatu galaksi. Bintang-bintang yang berada dalam suatu galaksi
jumlahnya mencapai ratusan milyar. Terdapat sekitar 100 milyar lebih bintang
yang menghuni Galaksi Bimasakti.
Di Alam semesta
atau jagat raya
terdapat banyak galaksi.
Letak suatu galaksi dengan galaksi
yang lain sangat berjauhan.
Biasanya untuk menuliskan jarak
dalam alam semesta, misalnya jarak antar galaksi dinyatakan dalam tahun cahaya. Gambar 1 menunjukkan galaksi-galaksi yang
diambil menggunakan teleskop Hubble.
Gambar 1. Galaksi-galaksi
yang diambil menggunakan teleskop Hubble.
Dengan menggunakan mata telanjang galaksi-galaksi itu tidak akan
tampak. Gambar paling kiri merupakan
pandangan di sekitar rasi Biduk dimana galaksi-galaksi tersebut (gambar paling
kanan) berada. (Kredit: Hubble Telescope)
Cabang ilmu yang mempelajari berbagai benda langit beserta dengan sifat dan
gejalanya atau karakteristiknya dinamakan
astronomi. Dalam penelitian benda- benda langit tersebut para ahli
astronomi menggunakan berbagai alat bantu salah satunya adalah teropong atau
teleskop. Teropong yang digunakan ada yang landas bumi seperti di Observatorium
Bosscha, dan teropong ruang angkasa yang berada di atas atmosfer Bumi seperti
teleskop Hubble.
B.
Sistem Tata Surya
Tata Surya merupakan sebuah sebuah sistem yang terdiri dari Matahari,
delapan planet, planet-kerdil, komet,
asteroid dan benda-benda
angkasa kecil lainnya. Matahari merupakan pusat dari Tata Surya di
mana anggota Tata Surya yang lain beredar mengelilingi Matahari. Benda-benda
langit tersebut beredar mengelilingi Matahari secara konsentris pada
lintasannya masing-masing. Anggota-anggota dalam sistem Tata Surya ditunjukkan
seperti gambar 2.
Gambar 2. Matahari,
planet, dan planet kerdil (dwarf planet) yang menjadi anggota Tata Surya. Besar
diameter dihitung relatif terhadap diamater Matahari sedangkan jarak tidak
diskalakan. (Sumber: Kartunnen, 2007: 132).
IAU
secara umum mengelompokkan benda angkasa
yang mengeliligi Matahari menjadi tiga
(Kartunnen, 2007) yaitu:
•
Planet
Sebuah benda
langit dikatakan planet
jika memenuhi kriteria
sebagai berikut:
i. mengorbit Matahari
ii.
bentuk fisiknyanya cenderung bulat
iii. orbitnya bersih dari keberadaan benda angkasa
lain
•
Planet-Kerdil
Sebuah benda langit dikatakan sebagai planet-kerdil jika:
i. mengorbit Matahari
ii. bentuk fisiknya cenderung bulat
iii. orbitnya belum bersih dari keberadaan benda angkasa lain
iv. bukan merupakan satelit
• Benda-benda Tata Surya Kecil
(Small Solar System Bodies)
Seluruh benda angkasa lain yang mengelilingi Matahari selain planet atau
planet-kerdil. Benda-benda Tata Surya Kecil tersebut di antaranya adalah
komet, asteroid, objek-objek
trans-neptunian, serta benda-benda
kecil lainnya.
C. Anggota Tata Surya
Jenis benda langit yang termasuk ke
dalam anggota Sistem Tata Surya adalah sebagai berikut.
1. Matahari
Matahari merupakan sebuah bintang yang jaraknya
paling dekat ke Bumi. Jarak rata-rata Bumi ke Matahari adalah 150 juta Km atau
1 Satuan Astronomi. Matahari berbentuk bola gas pijar yang tersusu atas gas
Hidrohen dan gas Helium. Matahari mempunyai diameter 1,4 × 106 Km, suhu permukaannya mencapai 6000
°K. Matahari merupakan
sumber energi utama
bagi planet Bumi
yang
menyebabkan berbagai proses fisis dan biologi dapat berlangsung.
Energi yang dipancarkan oleh Matahari dibentuk di
bagian dalam matahari melalaui reaksi inti. Energi
dipancarkan oleh Matahari
ke Bumi dalam bentuk radiasi gelombang elektromagnetik.
2.
Planet
Berdasarkan
kriteria IAU, planet adalah benda langit yang:
i. mengorbit Matahari
ii.
bentuk fisiknyanya cenderung bulat
iii. orbitnya bersih dari keberadaan benda angkasa
lain
Planet-planet yang
berada dalam sistem
Tata Surya adalah
: Merkurius, Venus, Bumi, Mars, Yupiter, Saturnus, Uranus, dan Neptunus.
Sejak tahun 2006,
Pluto tidak dikategorikan
lagi sebagai planet
karena kriteria ke-3 dari tiga kriteria di atas tidak dipenuhi oleh
Pluto. Pluto memiliki orbit yang
memotong orbit Neptunus sehingga dianggap orbit Pluto belum bersih dari benda
angkasa lain. Ukuran Pluto tidak lebih
besar dari Bulan dan jika dilihat dengan teleskop maka akan tampak benda
angkasa lain yang ukurannya hampir sama dengan Pluto yaitu yang diberi nama
Charon (gambar 3).
Gambar 3. Hasil pemotretan Pluto dan Charon.
3.
Planet-Kerdil
Planet-kerdil (Dwarf Planet)
merupakan kategori baru dalam keanggotaan Tata
Surya berdasarkan resolusi
IAU tahun 2006.
Sebuah benda angkasa dikatakan planet kerdil jika:
i. mengorbit Matahari
ii.
bentuk fisiknya cenderung bulat
iii.
orbitnya belum bersih dari keberadaan benda angkasa lain.
iv. bukan merupakan satelit
Contoh
dari planet kerdil ini adalah Pluto seperti yang telah dijelaskan
sebelumnya. Contoh lain dari planet
kerdil ini adalah Ceres yang orbitnya berada di lingkungan asteroid. Ceres tadinya dikategorikan sebagai salah satu asteroid terbesar yang
berada di sabuk asteroid. Sejak tahun
2006, Ceres dikategorikan sebagai planet kerdil karena memenuhi kriteria di
atas.
4. Satelit
Satelit adalah benda langit pengiring planet. Satelit senantiasa mengiringi dan berputar terhadap planet pusatnya.
Berdasarkan
cara terbentuknya satelit dapat dibedakan menjadi 2 bagian, yaitu :
a.
Satelit
Alam, adalah satelit
yang terbentuk karena
adanya peristiwa alam bersamaan dengan terbentuknya planet.Contoh: Bulan,
sebagai satelit alam
Bumi; Titan, sebagai
satelit alam Saturnus.
b.
Satelit Buatan, adalah satelit yang dibuat
oleh manusia yang digunakan untuk tujuan tertentu.Contoh: Satelit cuaca,
satelit komunikasi, satelit mata-mata, dan sebagainya.
Pada umumnya planet-planet dalam sistem tata surya mempunyai beberapa
satelit yang senantiasa mengiringinya. Hanya planet Merkurius dan planet Venus
yang tidak memiliki satelit. Jumlah masing-masing satelit untuk setiap planet
ditunjukkan pada tabel 1 di bawah ini.
Tabel 1. Jumlah satelit
alam dalam planet.
|
No.
|
Nama Planet
|
Jumlah satelit alam
|
|
1.
|
Merkurius
|
0
|
|
2.
|
Venus
|
0
|
|
3.
|
Bumi
|
1
|
|
4.
|
Mars
|
2
|
|
|
|
|
|
5.
|
Jupiter
|
17
|
|
6.
|
Saturnus
|
18
|
|
7.
|
Uranus
|
15
|
|
8.
|
Neptunus
|
8
|
|
|
Io Europa Ganymeda Callisto
Gambar 4. Satelit-satelit
Jupiter
(Sumber:http://www.dustbunny.com)
Titan Tethys Rhea Dion
Gambar 5. Satelit-satelit Saturnus
(Sumber:
http://www.nineplanets.org)
Eron Miranda Umbriel Ariel
Gambar 6. Satelit-satelit Uranus
Triton Larissa Proteus Nereid
Gambar 7. Satelit-satelit Neptunus
4. Asteroid
Asteroid dinamakan juga
planet minor atau planetoid. Asteroid
mengisi ruangan yang berada
diantara Mars dan Yupiter. Di dalam
sistem Tata Surya ditaksir terdapat 100.000
buah planetoid yang
ukurannya antara 2–750
Km2. Asteroid-asteroid tersebut senantiasa
berputar diantara planet Mars dan planet Jupiter membentuk sabuk
asteroid.
Adapun sabuk Asteroid ditunjukkan seperti gambar di bawah ini.
5. Komet
Dinamakan “Bintang Berekor”
adalah Benda langit yang garis edarnya/orbitnya
sangat lonjong; sehingga jaraknya ke Matahari kadang-kadang jauh sekali.
Tetapi suatu saat dapat dekat sekali. Matahari
sebab mendapat tekanan
dari Matahari. Wujud
komet tersusun dari kristal-kristal es yang rapuh sehingga
mudah terlepas dari badannya. Bagian yang terlepas inilah yang membentuk
semburan cahaya ketika sebuah komet melintas di dekat Matahari. Karena orbit
komit tidak seperti orbit planet maka komet akan terlihat di bumi jika komet tersebut
sedang berada dekat dengan Matahari. Oleh karena itu ada komet yang mendekati
Bumi setiap 3 atau 4 tahun sekali; tetapi ada juga yang sampai 76 tahun sekali
yaitu Komet Halley.
Gambar 11. Bentuk lintasan
komet
D. Distribusi Massa
Di dalam
Sistem Tata surya yang menjadi pusat massanya adalah Matahari. Sekitar 99,85
% dari keseluruhan massa dalam
sistem Tata Surya terdistribusi sebagai
massa Matahari. Adapun massa sisanya terdistribusi sebagai massa dari
benda-benda langit lainnya dalam planet-planet, satelit alam, komet, asteroid,
dan meteorid yang ada
dalam Sistem Tata
Surya. Untuk lebih
jelasnya perhatikan tabel 2 di
bawah ini.
Tabel 2. Distribusi
Massa dalam Sistem Tata Surya
|
No.
|
Nama Benda Langit
|
Prosentase Massa
(%)
|
|
1.
|
Matahari
|
99,85
|
|
2.
|
Planet-planet
|
0,135
|
|
3.
|
Satelit Alam
|
0,00005
|
|
4.
|
Komet
|
0,01
|
|
5.
|
Asteroid
|
0,0000002
|
|
6.
|
Meteorid
|
0,0000001
|
Oleh karena Matahari memiliki massa yang paling besar diantara anggota Tata
Surya lainnya maka Matahari menjadi pusat dari Tata Surya di mana semua anggota
Tata Surya lainnya itu mengelilingi Matahari.
Hal ini dijelaskan dengan baik oleh Newon dalam hukum gravitasi
universal.
E. Latihan
1. Sebutkan
anggota-anggota dalam sistem Tata Surya!
2. Coba jelaskan
pengertian dari planet!
3. Jelaskanlah
perbedaan planet dengan planet-kerdil!
4. Mengapa Pluto
dikeluarkan dari daftar
dalam sistem Tata
Surya? Jelaskan alasannya!
5. Apa yang
dimaksud dengan satelit? Sebutkan jenis-jenisnya!
6. Mengapa ekor
komet arahnya selalu
membelakangi arah cahaya
Matahari?
Jelaskan!
BAB III
TEORI
PEMBENTUKAN TATA SURYA
A. Pendahuluan
Banyak hipotesa yang disusun oleh para ahli untuk menjelaskan bagaimana
asal mula terjadinya Sistem Tata Surya. Cabang ilmu astronomi yang khusus
mempelajari asal-muasal terbentuknya
Tata Surya adalah
kosmogoni (cosmogony). Sejak abad
ke-18 sudah diusulkan teori-teori mengenai asal-muasal Tata Surya ini. Tidak ada yang benar dalam sebuah
teori. Namun, pengujian
teori-teori tersebut dilakukan dengan
membandingkannya dengan
fakta-fakta di lapangan dan
temuan-temuan baru akibat
perkembangan teknologi. Di antara fakta-fakta tersebut adalah:
• Orbit-orbit
planet yang paralel terhadap ekuator matahari;
• Orbit-orbit
anggota Tata Surya yang sirkular;
• Semua planet
bergerak dalam arah
berlawanan arah jarum
jam sesuai dengan gerakan rotasi
Matahari;
• Planet yang juga
berotasi dalam arah berlawanan arah jarum jam (kecuali Venus dan Uranus);
• Planet
terestrial dan planet jovian yang
memiliki karakteristik fisik dan kimia yang berbeda;
• Struktur
satelit-satelit yang mengorbit planet mirip miniatur sistem Tata Surya.
Para ahli
komogoni selalu memperhatikan
hal-hal tersebut di
atas untuk menguji dan
menyempurnakan teori asal-muasal pembentukkan Tata Surya.
B. Teori-teori
Pembentukan Tata Surya
1. Teori
Hipotesa Nebula Kant dan Laplace
Salah satu teori
asal-muasal Tata Surya
adalah hipotesa nebula
(nebular hypothesys) yang diusulkan
oleh Immanuel Kant
yang pada tahun
1755 (Kartunnen, 2006: 197).
Menurut teori ini Tata Surya terbentuk dari nebula yang berotasi. Pada tahun 1796, Simon de Laplace
mengusulkan bahwa planet-planet
terbentuk dari
cincin gas yang disemburkan
dari ekuator Matahari
(perhatikan gambar 10.)
Gambar 10. Model Nebula Laplace. (a) Nebula yang
berotasi. (b) Nebula mengalami pemipihan sepanjang sumbu rotasinya. (c)
Pembentukan bentuk lentikular. (d) serangkaian cincin terbentuk akibat
terjadinya pengerutan inti. (e) terbentuk planet di masing-masing cincin.
(Sumber: Woolfson, 2007)
2. Teori Pasang Surut
Teori ini dipelopori oleh Jeans dan Jefreey. Teori ini mengatakan bahwa
pada saat sebelum terbentuk Sistem Tata Surya, kedekat suatu protobintang
(bakal Matahari) melintas bintang lain yang lebih besar (masif). Akibatnya ada sebagian materi dari
protobintang tersebut yang tertarik
karena pengaruh gaya tarik bintang yang besar tersebut. Materi
protobintang yang tertarik tersebut kemudian menjadi planet-planet, sedangkan
protobintang menjadi Matahari.
Perhatikan gambar
11 di bawah ini !
Gambar 11. Representasi teori Pasang-Surut Jeans.
(Sumber: Woolfson, 2007)
3. Teori Penangkapan
Teori ini menjelaskan terbentuknya Tata Surya berawal dari adanya interaksi
antara Matahari dengan protobintang (calon bintang). Gambar 12 menunjukkan proses tersebut dimana
suatu massa protobintang melintasi Matahari dan sebagian materi dari
protobintang tersebut tertarik oleh gravitasi Matahari kemudian membentuk
planet.
C. Latihan
1. Disebut apakah
cabang ilmu astronomi
yang mempelajari asal-muasal pembentukkan Tata Surya?
2. Jelaskanlah bagaimana
terbentuknya Tata Surya
berdasarkan teori hipotesa nebula!
3. Jelaskanlah salah satu perbedaan mendasar
antara teori Pasang Surut dengan teori Penangkapan!
BAB III
PLANET
Setiap planet dalam
sistem Tata Surya
senantiasa mengorbit Matahari sebagai bintang
pusatnya pada lintasannya masing-masing. Karena
jarak setiap planet ke Matahari
berbeda-beda, maka kala
revolusinya berbeda-beda pula. Adanya perbedaan jarak terhadap
Matahari mengakibatkan perbedaan suhu pada setiap planet.
A. Karakteristik
Planet
Setiap planet dalam sistem Tata Surya mempunyai karakteristik berbeda satu dengan yang lainnya. Karakteristik yang dimiliki
suatu planet dipengaruhi oleh beberapa faktor yang mempengaruhinya; antara lain dipengaruhi jarak ke Matahari, eksentrisitas, kerapatan
atau densiti. Adapun
karakteristik masing- masing
planet adalah sebagai berikut:
1. Merkurius
Merupakan planet yang paling dekat ke Matahari dengan jarak 0,39 SA.
Karena planet Merkurius
jaraknya paling dekat
ke Matahari, maka
suhu pada siang hari di Merkurius
mencapai 4270 °C, sedangkan pada malam hari suhunya menjadi sangat rendah
yaitu mencapai –1700
°C. Merkurius mempunyai eksentrisitas yang
besar yaitu 0,206
akibatnya jarak antara
Merkurius dan Matahari bervariasi
dengan cukup besar
pula. Perbedaan jarak
terjauh ke Matahari (aphelium)
dengan jarak terdekat
ke Matahari (perihelium)
adalah sebesar 22 juta
Km. Jarak aphelium
planet Merkurius adalah
57,9 juta km. Merkurius tidak memiliki atmosfir oleh
karena hal tersebut langit Merkurius berwarna hitam. Kerapatan atau densitasnya
5,43 gr/cm3.
2. Venus
Planet Venus lebih dikenal sebagai Bintang Kejora atau Bintang Senja.
Eksentrisitas planet Venus adalah 0,007, sehingga orbit planet Venus mendekati
bentuk lingkaran.
Jarak Venus ke Matahari 0,72 SA, sehingga di Venus suhunya sangat panas
dapat mencapai 4800
°C. Tingginya suhu
di planet Venus diakibatkan adanya efek rumah kaca.
Kerapatan atau densitas Venus adalah 5,24 gr/cm3.
3. Bumi
Sampai saat ini Bumi
merupakan satu-satunya planet
yang mempunyai kehidupan. Hal
tersebut dimungkinkan karena Bumi diselubungi oleh atmosfirnya sehingga perbedaan
suhu pada siang
dan malam tidak
terlalu besar. Bumi mengorbit Matahari
sebagai bintang pusatnya
dengan eksentrisitas 0,017, sehingga orbitnya hampir membentuk
lingkaran. Jarak rata-rata Bumi ke Matahari adalah 1 Satuan Astronomi atau 150
juta kilometer. Kala revolusi Bumi adalah 365,3
hari, sedangkan kala
rotasinya adalah 23 jam 56
menit. Kerapatan atau densitas
Bumi adalah 5,52 gram/cm3,
Bumi merupakan benda
terpadat dalam sistem Tata Surya.
Bumi mempunyai sebuah satelit yaitu Bulan.
4. Mars
Jarak rata-rata planet Mars ke Matahari adalah 1,52 SA atau 228 juta
kilometer dengan eksentrisitas 0,093.
Mars berputar mengelilingi Matahari dengan kala revolusi 687 hari. Mars
mempunyai dua buah satelit yaitu Phobos dan Deimos.
5. Yupiter
Jarak rata-rata planet
Yupiter ke Matahari
adalah 5,2 SA.
Yupiter mempunyai eksentrisitas 0,048 dengan kala revolusi 11,86 tahun.
Yupiter diperkirakan mempunyai 17
satelit (data sampai
tahun 1992). Empat
buah satelitnya yang berukuran besar bernama IO, Europa, Ganymede, dan
Callisto. Yupiter merupakan planet
terbesar dalam sistem
tata surya; mempunyai
kala rotasi 9 jam 50 menit; artinya Yupiter berotasi dengan sangat
cepat.
6. Saturnus
Jarak rata-rata Saturnus ke Matahari adalah 9,5 SA. Saturnus mempunyai
eksentrisitas 0,056 dengan kala revolusi 29,5 tahun. Saturnus dihiasi oleh
gelang dan cincin yang indah, mempunyai
9 buah satelit
yaitu Mimas, Enceladus, Tethys, Dione, Rhea, Titan, Hyperion,
Lapetus, dan Phoebe.
7. Uranus
Jarak rata-rata planet Uranus ke Matahari adalah 19,2 SA. Uranus
mempunyai eksentrisitas 0,047
dengan kala revolusi
84 tahun. Uranus mempunyai cincin dan mempunyai 5 buah
satelit yaitu Miranda, Ariel, Umbriel, Titania, dan Oberion.
8. Neptunus
Jarak rata-rata planet Neptunus ke Matahari adalah 30,07 SA. Neptunus
mempunyai eksentrisitas 0,009 dengan kala revolusi 164,8 tahun. Neptunus
mempunyai dua buah satelit yaitu Triton dan Nereid.
B. Pengelompokkan
Planet
Planet-planet dalam
Tata Surya dapat dikelompokkan dengan kriteria tertentu.
• Berdasarkan
sifat fisika dan kimianya.
Planet dikelompokkan
menjadi planet Terestrial
(yang berarti seperti Bumi) dan planet Jovian (yang berarti
seperti Jupiter). Planet terestrial
adalah planet-planet keras mengandung bebatuan seperti Bumi. Planet- planet yang termasuk planet terestrial adalah
Merkurius, Venus, Bumi dan Mars. Sedangkan planet jovian adalah planet-planet
yang berbentuk gas seperti Jupiter, Saturnus, Uranus, dan Neptunus.
• Berdasarkan
kedudukan orbitnya terhadap kedudukan orbit Bumi.
Berdasarkan kedudukan
orbit planet terhadap
kedudukan orbit Bumi, planet
dikelompokkan menjadi planet
inferior dan planet
superior. Planet inferior adalah
planet-planet yang kedudukan
orbitnya antara.
Matahari dan orbit
Bumi. Jarak planet-planet tersebut ke
Matahari lebih kecil di banding jarak Bumi ke Matahari. Planet-planet yang termasuk planet inferior
adalah Merkurius dan Venus. Sedangkan
planet superior adalah planet-planet yang
jaraknya ke Matahari lebih
besar dari jarak Bumi ke
Matahari. Planet-planet yang termasuk
planet superior adalah Mars, Jupiter, Saturnus, Uranus, dan Neptunus.
Planet-planet
superior dapat terlihat melintas di atas kepala pengamat di malam hari
menggunakan teleskop atau
dengan mata telanjang. Sementara planet-planet
inferior tidak akan
pernah melintas di
atas kepala pengamat.
• Berdasarkan
kedudukan orbitnya terhadap kedudukan orbit asteroid.
Berdasarkan kedudukan orbit planet
terhadap kedudukan orbit asteroid, planet dikelompokkan menjadi
planet dalam (inner planet) dan planet luar (outter planet). Planet-planet yang termasuk planet dalam adalah Merkurius,
Venus, Bumi, dan Mars. Sedangkan
planet-planet yang termasuk planet luar adalah Jupiter, Saturnus, Uranus, dan
Neptunus.
C. Struktur Bumi
Strukrur interior Bumi dibagi menjadi 4 bagian yaitu inti dalam, inti luar,
mantek dan kerak.
Inti dalam.
Inti dalam berada di pusat bumi. Inti dalam terusun dari Besi dan Nikel
yang sangat padat.
Inti dalam Bumi
sangat padat karena
menerima tekanan lapisan di atasnya. Suhu inti dalam mencapai
5.000–6.000 °C dan kepadatannya
mencapai 15.000 kg/m3.
Tebal inti dalam
kurang lebih 1.216 kilometer.
Inti luar.
Inti luar berada di bagian atas inti dalam dan berbentuk cair. Inti luar
tersusun dari nikel, besi, sufur, dan oksigen. Suhu di dalam inti luar mencapai
4.000–5.000 °C dan kepadatannya mencapai 10.000 kg/m3. Tebal inti dalam kira-
kira 2.270 kilometer.
Mantel.
Mantel merupakan lapisan Bumi yang paling tebal. Lapisan ini memiliki sifat padat tetapi
dapat mengalir saat diberi tekanan. Mantel memiliki ketebalan 3.555
kilometer dan kepadatan
3.250–5.000 kg/m3. Suhu
mantel mencapai 3.000 °C.
Mantel dibagi menjadi tiga bagian,
yakni mantel atas dan mantel
bawah. Mantel bawah memiliki ketebalan 2.885 km sedangkan mantel luar memiliki ketebalan
700 km. Mantel
bagian atas adalah
lapisan Bumi yang bernama
astenosfer. Astenosfer merupakan
lapisan Bumi yang
lunak seperti plastik dengan
ketebalan 50–100 kilometer.
Kerak.
Lapisan paling luar Bumi disebut dengan kerak. Kerak Bumi memiliki tebal
bervariasi, antara 5–65
kilometer. Kerak Bumi
terdiri atas dua bagian, yakni kerak samudra dan kerak
benua.
Kerak samudra.
Seperti namanya, kerak ini berada di bawah samudera. Kerak samudera
memiliki tebal antara 5–11 kilometer. Kerak ini berumur lebih muda dibanding
kerak benua. Tidak ada kerak samudera yang berumur lebih tua dari 200 juta tahun.
Kepadatan kerak samudera mencapai 3.000 kg/m3.
Kerak benua.
Jika anda memperhatikan globe (bola
dunia), anda akan menemukan bahwa 71
persen permukaan Bumi tertutup oleh air dan sisanya merupakan daratan. Anda
dapat membagi daratan di Bumi menjadi 6 bagian yang disebut dengan
benua. Benua itu
adalah Eurasia (Eropa
dan Asia), Afrika, Amerika utara, Amerika selatan,
Antartika, dan Australia. Kerak benua berada di bawah benua dengan ketebalan
kira-kira 30–55 kilometer. Kerak benua berumur lebih tua
daripada kerak samudera.
Beberapa batuan di
kerak benua berumur
hingga 3,8 juta
tahun. Kerak benua memiliki kepadatan 2.700 kg/m3
Gambar 13. Struktur Bumi
Sumber:
http://library.thinkquest.org/C003124/en/struct.htm
Bumi mempunyai satu buah
satelit yaitu Bulan. Massa jenis Bumi
adalah 5,52 gram/cm3. Bentuk Bumi sebenarnya tidak bulat benar tetapi agak
pepat di daerah ekuator; jari-jari
di daerah ekuator 6.378,16
km; sedangkan di daerah
kutub 6.356,76 km. Bumi
mempunyai eksentrisitas 0,017,
kala revolusi 365,3 hari, dan
kala rotasi 23 jam 56 menit. Arah rotasi Bumi dari barat ke timur.
a. Akibat yang ditimbulkan karena rotasi Bumi
1) Pergantian siang dan malam/perbedaan waktu
2) Timbulnya arus air laut.
b. Akibat yang ditimbulkan karena revolusi Bumi
Terjadi pergantian
musim. Pergantian musim ini terjadi
akibat revolusi bumi dan kemiringan sumbu bumi.
Tabel 3. Pergantian
Musim
|
Belahan
B u m i
|
Musim pada
tanggal
|
|||
|
21 Des–21 Mrt
|
21 Mrt–21 Juni
|
21 Juni–21 Sep
|
21 Sep–21 Des
|
|
|
Utara
|
dingin
|
semi
|
panas
|
gugur
|
|
Selatan
|
panas
|
gugur
|
dingin
|
semi
|
D.
Bulan
Merupakan benda
langit (sebuah satelit) yang terdekat ke Bumi. Jarak Bulan ke Bumi adalah
384.402 km. Bulan sangat berpengaruh pada peristiwa pasang
surut air laut. Bulan mempunyai massa 7,4 × 1025 gram, massa jenis
rata-ratanya 3,34
gram/cm3, percepatan gravitasinya 1,62
m/s2, dan jari-jari
di daerah
ekuatornya 1.740 km.
Bulan mengorbit
Bumi dengan lintasan berbentuk elips. Karena berbentuk elips, maka Bulan
kadang-kadang dekat ke Bumi, kadang-kadang jauh ke Bumi dengan Bumi
berada pada salah
satu fokusnya. jarak
rata-rata Bulan - Bumi
238.860 mil atau 384.330 km. Jarak Bulan
- Bumi terjauh (apogee : ap = jauh; ge
= bumi) adalah 253.000 mil; sedangkan
jarak terdekatnya (perigee : peri =
dekat ;
ge = bumi) adalah 222.000 mil. Dalam
mengeliling Bumi, Bulan akan tampak berbeda dari waktu-ke waktu. Kita bisa
melihat bulan purnama, bulan sabit dan sebagainya. Fase-fase peredaran bulan
ditunjukkan seperti gambar 14 di bawah ini
Gambar 14. Fase
Peredaran Bulan
E. Gerhana
Matahari dan Gerhana Bulan
Gerhana Bulan terjadi jika Matahari - Bumi - Bulan berada dalam satu garis
lurus. Sedangkan gerhana Matahari terjadi jika Matahari - Bulan - Bumi berada
dalam satu garis lurus. Tetapi pada kenyataannya gerhana Bulan dan gerhana
Matahari tidak muncul setiap terjadi fase Bulan purnama dan fase Bulan baru.
Hal ini disebabkan orbit
Bulan pada saat
mengelilingi Bumi membentuk
sudut inklinasi sebesar 5,2 derajat terhadap bidang ekliptika Bumi.
Adapun sudut
inklinasi Bulan terhadap bidang ekliptika Bumi ditunjukkan pada gambar di bawah
ini
Gambar 15. Sudut
inklinasi bulan terhadap bidang ekliptika bumi
Sumber: http://myquran.org/forum/index.php?topic=72035.135
Berarti :
Gerhana Matahari
terjadi jika Bulan melintasi bidang ekliptika Bumi pada saat fase Bulan baru.
Gambar 16. Gerhana Matahari
Sumber:http://www.spaceweather.com/eclipses/11jul10d/Alson-Wong1.jpg
Gerhana Bulan
terjadi jika Bulan melintasi bidang ekliptika Bumi pada saat fase Bulan
purnama.
F. Latihan
1. Pada
tanggal 6 Juni 2012
yang lalu terjadi
suatu fenomena astronomis yang langka
yaitu transit Venus.
Transit Venus merupakan
suatu fenomena dimana Venus tampak terlihat berada di piringan Matahari
jika dilihat dari Bumi. Gambar 1 di
bawah menunjukkan transit Venus tanggal
6 Juni 2012 dimana
lingkaran putih besar adalah Matahari dan lingkaran biru kecil adalah Venus.
a. Gambarkanlah
kedudukan Matahari, Venus,
dan Bumi pada
saat terjadi transit Venus!
b. Sebutkanlah planet lain selain Venus yang
dapat mengalami transit!
c. Dapatkah planet
Mars mengalami transit? Jelaskanlah dengan disertai gambar kedudukan Matahari,
Bumi, dan Mars.
2. Dengan memperhatikan data planet seperti
tertera pada tabel 4 berikut ini
Tabel 4. Data fisis
anggota Tata Surya: jarak rerata ke Matahari dan diameter
|
Anggota Tata
Surya
|
Jarak Rerata ke
Matahari
(× 106 km)
|
Diameter
(× 1000 km)
|
|
Matahari
|
-
|
1.390
|
|
Merkurius
|
57.9
|
4.88
|
|
Venus
|
108
|
12.1
|
|
Bumi
|
150
|
12.76
|
|
Mars
|
228
|
6.79
|
|
Yupiter
|
778
|
143.0
|
|
Saturnus
|
1425
|
120.5
|
|
Uranus
|
2870
|
51.1
|
|
Neptunus
|
4490
|
49.5
|
Hitunglah:
a. perbandingan jarak planet-planet ke
matahari jika jarak bumi-matahari adalah 1 cm
b.
perbandingan diameter dari anggota Tata Surya (termasuk matahari)
jika diameter bumi adalah 1 cm.
Tuliskan hasil perhitungan tersebut pada
tabel perhitungan di bawah ini.
Tabel 5. Hasil perhitungan
|
Anggota Tata
Surya
|
Jarak ke
Matahari
(cm)
|
Diameter
(cm)
|
|
Matahari
|
|
|
|
Merkurius
|
|
|
|
Venus
|
|
|
|
Bumi
|
1
|
1
|
|
Mars
|
|
|
|
Yupiter
|
|
|
|
Saturnus
|
|
|
|
Uranus
|
|
|
|
Neptunus
|
|
|
BAB IV
EVALUASI
1. Berdasarkan resolusi IAU tahun 2006, Pluto
dikategorikan sebagai ….
a. planet
b. asteroid
c. planet kerdil
d. komet
2. Mengapa komet tidak dapat dikategorikan
sebagai sebuah planet?
a. karena komet tidak mengitari Matahari
b. karena bentuk komet tidak bulat
c. karena orbit komet berupa elips sedemikian
rupa sehingga jarang terlihat di Bumi
d. karena komet menghasilkan cahaya sendiri
3. Asteroid adalah ….
a. batuan yang memiliki ukuran bervariasi yang
beredar mengitari Matahari dan terletak di antara planet Saturnus dengan
Jupiter;
b. batuan yang memiliki ukuran bervariasi yang
beredar mengitari Matahari dan terletak di antara planet Bumi dengan Mars;
c. batuan yang memiliki ukuran bervariasi yang
beredar mengitari Matahari dan terletak di antara planet Mars dengan Jupiter;
d. batuan yang memiliki ukuran bervariasi yang
beredar mengitari Matahari dan terletak di antara planet Jupiter dengan
Saturnus.
4. Kelompok planet yang termasuk planet
terestrial antara lain ….
a. Merkurius, Bumi, Jupiter
b. Neptunus, Venus, Saturnus
c. Venus, Mars, Merkurius
d. Bumi, Saturnus, Neptunus
5. Kelompok planet yang termasuk planet Jovian
antara lain ….
a. Jupiter, Uranus, Merkurius
b. Neptunus, Uranus, Jupiter
c. Venus, Mars, Merkurius
d. Saturnus, Neptunus, Bumi
6. Planet yang termasuk planet dalam (inner
planet) antara lain ….
a. Pluto, Uranus,
dan Neptunus
b. Jupiter,
Saturnus, dan Mars
c. Merkurius, Bumi,
dan Venus
d. Neptunus,
Merkurius, dan Saturnus
7. Jarak
rata-rata bumi ke
matahari adalah 150 juta
kilo meter. Seandainya suatu saat
ditemukan planet baru
yang berjarak 50
kali jarak bumi
ke matahari maka planet tersebut dikelompokkan ke dalam …
a. planet terestrial
b. planet jovian
c. planet superior
d. planet inferior
8. Di bawah ini merupakan fakta-fakta yang
harus diperhatikan dalam menguji teori pembentukan Tata Surya kecuali ….
a. 99,9% massa tata surya adalah massa matahari
b. seluruh planet berevolusi mengitari matahari
dalam arah yang sama
c. satelit-satelit yang mengelilingi planet
tampak seperti miniatur Tata Surya
d. umur tata surya sama dengan umur alam semesta
9. Berdasarkan teori penangkapan maka materi
yang membentuk planet dalam Tata Surya berasal dari ….
a. Matahari
b. protobintang
yang melintas Matahari
c. nebula yang
berotasi
d. benda angkasa
lain yang menabrak Matahari
10. Berdasarkan sifat-sifat perambatan gelombang seismik, bumi dibagi
menjadi beberapa bagian yaitu kerak bumi, mantel bumi, inti luar bumi dan inti
dalam bumi. Manakah di bawah ini yang
menunjukkan salah satu perbedaan antara inti luar bumi dengan inti dalam bumi?
a. inti luar bumi berwujud padat
sedangkan inti dalam bumi berwujud cair b.
inti luar bumi berwujud cair sedangkan inti dalam bumi berwujud padat
c. inti luar bumi berwujud padat
sedangkan inti dalam bumi berwujud gas d.
inti luar bumi berwujud gas sedangkan inti dalam bumi berwujud padat
BAB V
UMPAN BALIK
Setelah menyelesaikan evaluasi,
silahkan anda mencocokkan
jawaban anda dengan kunci
jawaban yang tersedia
di bagian belakang
modul ini. Kemudian tentukanlah
kualifikasi penguasaan modul
ini dengan menggunakan
rumus:
Dimana
N = Nilai
∑ à¡¶ = Jumlah Jawaban Anda yang Benar
∑ à¡¶à¡¿ = Jumlah Soal
|
Nilai
|
Predikat
|
|
92.46 -100
|
Sangat Memuaskan
|
|
85.00-92.45
|
Memuaskan
|
|
77.50-84.99
|
Baik Sekali
|
|
70.00-77.49
|
Baik
|
|
50.00-69.99
|
Kurang
|
|
00.00-49.99
|
Kurang Sekali
|
Jika nilai anda
kurang dari 70 maka sebaiknya Anda mengulang kembali materi yang dianggap masih
belum terkuasai.
DAFTAR PUSTAKA
Ikhlasul Ardi Nugroho. (2007). Bumi dan Antariksa-jilid 1. Yogyakarta:
Penerbit Empat Pilar
. (2007). Bumi dan Antariksa-jilid 2. Yogyakarta: Penerbit Empat Pilar
. (2007). Bumi dan Antariksa-jilid 3. Yogyakarta: Penerbit Empat Pilar
Karttunen, H. ,Kroger,
P., Oja, H.,
Poutanen, M., Donner,
K.J. 2006.
Fundamental Astronomy 5th edition. 2007. Berlin: Springer-Verlag Woolfson, M.
M. 1993.
The Solar System-its
Origin and Evolution.
Royal
Astronomical
Soscieaty. 34. Hal 1–20.
KUNCI-KUNCI JAWABAN
• Alternatif
Jawaban Latihan
Bab I
1. Matahari, 8
planet, planet-kerdil, asteroid, komet, dan satelit alam.
2. Planet adalah
benda angkasa yang mengorbit Matahari, berbentuk bulat, dan di lingkungan orbitnya
tidak ada benda angkasa lain.
3. Perbedaan planet
dan planet-kerdil adalah lingkungan orbit planet sudah bersih sehingga tidak
ada benda angkasa lain; sedangkan
planet-kerdil lingkungan orbitnya masih terdapat benda angkasa lainnya.
4. Pluto tidak
dikategorikan sebagai planet karena
orbit pluto memotong orbit Neptunus sehingga dikatakan lingkungan orbit Pluto tidak bersih atau mengandung
benda angkasa lain yang massanya lebih besar.
5. Satelit adalah
benda angkasa yang mengorbit benda angkasa lain yang massanya jauh lebih
besar. Satelit dibedakan menjadi dua
yaitu satelit alam dan satelit buatan.
6. Ekot komet
selalu menjauhi Matahari
karena pada dasarnya
ekor tersebut merupakan materi
berupa es yang
mencair dan didorong menjauhi Matahari oleh tekanan
Matahari.
Bab II
1. Kosmogoni
2. Berdasarkan teori
hipotesa nebula, Tata
Surya terbentuk dari
nebula yang berotasi. Nebula
yang berotasi tersebut mengalami pemipihan di sepanjang sumbu
rotasinya sampai terebentuk
bentuk lentikular. Kemudian
bagian dalam dari bentuk lentikular tersebut mengalami pengerutan, dan
bagian terluarnya tersisa
mebentuk cincin-cincin. Bagian
dalam yang mengerut tersebut kemudian membentuk Matahari, sedangkan cincin-cincinnya
kemudian membentuk planet-planet.
3. Salah satu
perbedaan yang paling mendasar antara teori pasang surut dan teori penangkapan
adalah:
Dalam teori
penangkapan materi yang membentuk
planet berasal dari materi protobintang bukan dari Matahari;
sedangkan dalam teori pasang surut
materi yang membentuk
planet berasal dari
materi yang membentuk Matahari.
BAB III
1.
B a.
Kedudukan Matahari, Venus, dan Bumi saat terjadi transit Venus.
Matahari
venus bumi
b. Planet lain
yang dapat mengalami transit adalah Merkurius.
c. Planet Mars
tidak dapat mengalami transit karena orbitnya berada di luar orbit Bumi dan
Matahari.
Matahari bumi mars
2.
Tabel Hasil
Perhitungan
|
Anggota Tata
Surya
|
Jarak ke
Matahari
(cm)
|
Diameter
(cm)
|
|
Matahari
|
|
108,93
|
|
Merkurius
Venus
|
0,39
0,72
|
0,38
0,95
|
|
Bumi
|
1
|
1
|
|
Mars
|
1,52
|
0,53
|
|
Yupiter
|
5,2
|
11,21
|
|
Saturnus
|
9,5
|
9,44
|
|
Uranus
|
19,13
|
4,00
|
|
Neptunus
|
29,93
|
3,88
|
Bab IV Evaluasi
1. C
2. B
3. C
4. C
5. B
6. C
7. C
8. D
9. B
10. B
Langganan:
Postingan (Atom)